Pernah pakai smartphone kantor untuk bekerja? Mungkin perusahaan Anda sudah melengkapi perangkat tersebut dengan sistem keamanan tertentu. Tapi pertanyaannya: apakah perlindungannya sudah cukup?
Device security sering kali diabaikan, padahal ini adalah lapisan perlindungan paling krusial di era digital. Menurut Verizon Mobile Security Index 2023, 43 persen perusahaan pernah mengalami insiden keamanan akibat perangkat mobile yang tidak terlindungi.
Yang lebih mengkhawatirkan, perangkat seperti tablet dan ponsel tidak hanya menjadi sumber kebocoran data, tetapi juga bisa menjadi pintu masuk ke seluruh jaringan internal perusahaan. Industri seperti multifinance menghadapi tekanan tinggi untuk bertransformasi digital menggunakan AI, otomasi, dan digital onboarding. Tapi tanpa device security yang kuat, inovasi justru bisa jadi bumerang.
Tantangan Utama di Industri Multifinance
Di balik besarnya peluang efisiensi operasional dan pertumbuhan bisnis, industri multifinance harus menghadapi sederet tantangan nyata agar transformasi digital dapat berdampak positif. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), salah satu tantangan utama industri multifinance adalah keterbatasan infrastruktur teknologi dan SDM yang andal, terutama bagi perusahaan multifinance skala menengah ke bawah.
Kekurangan tenaga ahli IT dan investasi yang signifikan membuat proses digitalisasi berjalan lebih lambat dari yang sudah direncanakan. Tantangan kedua yakni meningkatnya risiko keamanan data dan perlindungan privasi nasabah.
Volume data yang terus bertambah membuat perusahaan multifinance harus memiliki kemampuan memastikan kepatuhan terhadap regulasi seperti UU PDP dan mengantisipasi potensi serangan siber. Deloitte mencatat hingga saat ini masih banyak institusi keuangan yang kesulitan mengintegrasikan legacy systems dengan teknologi baru, yang dapat memicu inefisiensi dan potensi celah keamanan.
Ketiga, tantangan dari sisi perubahan perilaku nasabah yang kini lebih mengutamakan layanan digital, cepat, dan seamless. Ekspektasi tinggi dari nasabah ini memaksa multifinance untuk terus berinovasi dan memberikan pengalaman digital terbaik, tanpa mengorbankan kepatuhan regulasi dan keamanan data.
7 Langkah Praktis Meningkatkan Device security Mobile
Untuk meningkatkan device security, berikut tujuh best practise yang dapat diterapkan oleh perusahaan Anda.
1. Implementasi Kebijakan Data loss Prevention (DLP)
Kebijakan DLP bertujuan mencegah akses dan transfer data perusahaan yang tidak sah melalui pengaturan akses ketat, enkripsi, dan pemantauan data. Implementasi efektif mencakup enkripsi data penting dan pembatasan akses hanya untuk pengguna berwenang sesuai peran (role-based access control).
2. Program Edukasi dan Training
Berikan edukasi dan pelatihan rutin kepada karyawan untuk menjaga device security. Pelatihan yang dimaksud dapat mencakup berbagai aspek keamanan, seperti cara mengenali ancaman seperti phishing, update software, dan praktik keamanan saat menggunakan perangkat mobile.
Selain meningkatkan kesadaran karyawan, program ini juga dapat menjadi bekal pengetahuan untuk menghindari tindakan yang dapat membahayakan data perusahaan. Contohnya, karyawan harus tahu cara mengenali email phishing yang dapat menjadi pintu masuk untuk mencuri informasi sensitif dan pentingnya update software untuk menutup celah keamanan.
3. Protokol Remote Lock & Wipe
Kebijakan remote lock & wipe dapat mengunci perangkat dari jarak jauh dan menghapus data ketika terjadi kehilangan atau kecurian perangkat. Cara ini dapat membantu perusahaan memastikan bahwa data dan informasi sensitif tidak jatuh ke tangan yang salah.
Protokol ini harus mudah diaktifkan dan dapat dijalankan secara cepat untuk meminimalkan risiko. Penting juga untuk memiliki sistem tracking perangkat agar dapat memantau lokasi perangkat mobile saat hilang, untuk segera mengunci perangkat dan menghapus semua data yang tersimpan.
4. Update Berkala
Setelah memastikan perangkat selalu terlindungi dengan penerapan kebijakan dan teknologi, pastikan pengguna secara rutin update software untuk perbaikan keamanan yang bersifat kritis. Perusahaan harus memiliki kebijakan yang mengharuskan update software segera setelah tersedia.
Patch ini penting untuk menutup celah keamanan yang mungkin ada pada perangkat dan melindungi dari serangan. Update software secara otomatis juga dapat membantu memastikan perangkat memiliki perlindungan terbaru terhadap ancaman keamanan jaringan, sekaligus mengurangi beban kerja tim IT dan memastikan semua perangkat tetap aman tanpa harus melakukan update manual.
5. Otentikasi dan Manajemen Akses
Device security belum lengkap tanpa proses otentikasi dan manajemen akses yang ketat, untuk memastikan bahwa hanya pengguna yang berwenang dapat mengakses informasi sensitif. Cara terbaik implementasi ini yakni dengan menerapkan PIN code policies dan Multi-Factor Authentication (MFA) sebagai tambahan keamanan, selain kombinasi password yang kuat.
6. Monitoring Kepatuhan Perangkat
Memantau kepatuhan perangkat menjadi langkah yang tak kalah penting untuk membantu perusahaan mendeteksi dan mencegah serangan siber. Proses monitoring dapat meliputi aktivitas perangkat dan mendeteksi ancaman sebelum memicu kerusakan fatal bagi bisnis dan memastikan kepatuhan sesuai standar keamanan.
7. Implementasi Solusi Mobile Device Management (MDM)
Mobile Device Management (MDM) menjadi tools penting yang dapat membantu perusahaan memantau, mengonfigurasi, dan melindungi perangkat dari jarak jauh. Dengan MDM, perusahaan dapat memastikan bahwa semua perangkat mobile yang digunakan oleh karyawan telah mematuhi kebijakan keamanan yang ditetapkan.
Dengan MDM, perusahaan dapat otomatis terkunci ketika hilang atau dicuri, menghapus data dari perangkat yang sudah tidak digunakan, dan memastikan hanya perangkat yang disetujui saja yang dapat diinstal. MDM juga memberikan fleksibilitas untuk mengelola berbagai jenis perangkat dari berbagai sistem operasi.
Baca Juga: HMS: Solusi Mobilitas untuk Industri Retail
Solusi MDM dari HMS untuk Menjaga Device Security Anda
Mobile Device Management (MDM) dari Helios Mobility Suite (HMS) adalah solusi manajemen perangkat yang terintegrasi dan dirancang untuk membantu perusahaan menjaga keamanan, meningkatkan efisiensi dan produktivitas perangkat mobile karyawan, terutama yang digunakan di lapangan. HMS hadir dengan fitur lengkap untuk mengontrol, memantau, dan mengamankan perangkat dari risiko penyalahgunaan hingga ancaman siber.
Solusi MDM dari HMS dapat menjawab tantangan yang kerap dihadapi oleh industri multifinance yang membutuhkan keamanan dan efisiensi operasional tim di lapangan.
Multifinance
Dua isu utama yang kerap dihadapi industri multifinance yakni terkait keamanan dan deployment pada perangkat mobile. Solusi MDM HMS dapat menyederhanakan proses pengelolaan dan meningkatkan keamanan secara komprehensif, untuk memastikan operasional aman dan lancar. Berikut enam fitur unggulan MDM HMS:
- Silent Installation and Updates: menginstal dan memperbarui aplikasi secara otomatis tanpa intervensi pengguna.
- Popup Notifications: mengirim pesan, link, foto, dan video langsung ke perangkat.
- Data Protection: mencegah kebocoran data dengan membatasi transfer USB dan akses ke pengaturan developer.
- Enforce Location: memastikan GPS tetap aktif untuk keperluan monitoring dan meminimalkan risiko kehilangan perangkat.
- Private and Web Apps: mendistribusikan aplikasi internal dan memberikan akses cepat ke website penting.
- HMS Remote: mengontrol dan melakukan troubleshooting perangkat dari jarak jauh.
Keunggulan Solusi MDM dari HMS
Solusi Mobile Device Management dari Helios Mobility Suite (HMS) memiliki tiga keunggulan utama. Mulai dari Endpoint Management dengan Kiosk Mode, Security Control untuk perlindungan maksimal, dan Apps & Content Management untuk proses distribusi aplikasi yang lebih mudah.
Endpoint Management dengan Kiosk Mode
HMS dapat membantu bisnis lebih mudah mengunci tampilan perangkat hanya pada aplikasi yang telah disetujui oleh perusahaan (tampilan terpusat), sehingga perangkat tidak dapat digunakan untuk aktivitas pribadi. Hal ini membantu karyawan dalam meningkatkan produktivitas dan fokus kerja, sekaligus mengurangi risiko penyalahgunaan data dan penipuan.
Security Control untuk Proteksi Maksimal
HMS dapat membatasi akses ke jaringan WiFi, sehingga user selalu menggunakan SIM card. Selain itu dapat memblokir link atau situs tidak aman yang mengandung malware atau menjurus ke aksi phishing. Lewat fitur Lost Mode and Lock, HMS dapat otomatis mengunci perangkat ketika terjadi kehilangan atau berpindah tangan.
Apps & Content Management
Dengan HMS, perusahaan dapat menentukan aplikasi apa saja yang harus terpasang pada perangkat. Selain itu, perusahaan juga dapat menerapkan proses auto-install dan auto-update untuk memastikan semua perangkat memiliki versi aplikasi yang sama dan siap pakai (distribute apps). Cara ini tentu memudahkan tim IT saat mengelola aplikasi secara massal, mengurangi downtime di lapangan, dan menjaga keamanan operasional.
Dapatkan Solusi HMS di Helios
Helios Mobility Suite (HMS) merupakan solusi pengelolaan perangkat yang tangguh dan andal dari Helios. Sebagai bagian dari CTI Group, Helios akan membantu bisnis multifinance memantau device security yang digunakan oleh karyawan secara mudah.
Kami siap menjadi mitra IT yang memberikan pendekatan end-to-end untuk memastikan bisnis dapat memantau aktivitas penggunaan perangkat mobile dengan aman. Konsultasikan kebutuhan pengelolaan perangkat mobile dan strategi device security bisnis Anda dengan menghubungi kami melalui link ini untuk implementasi HMS secara menyeluruh.
Penulis: Ervina Anggraini – Content Writer CTI Group